Apakah mesin dalam keadaan "bersih", "bunyinya" masih normal atau tidak, kapan seharusnya dilakukan "tune up". . .??! Yah...Merawat mesin sepeda motor secara intensif memerlukan kepekaan yang tinggi. Sebagai orang awam mengenai mesin dalam hal ini sepeda motor, kita akan berpikir betapa rumitnya untuk merawat apalagi memperbaiki "mesin". Namun tidak perlu kuatir, "banyak jalan menuju rumah" walaupun kita tidak bisa "memperbaiki" mesin sepeda motor sendiri paling tidak kita bisa merawat mesin sepeda motor kita. Lebih baik mencegah dari pada mengobati bukan?!. Suatu mesin cepat atau lambat akan mengalami kerusakan, tugas kita sebagai konsumen/pengguna yang baik adalah merawat. :)
Beberapa tips untuk merawat mesin sepeda motor yakni:
A. Perawatan dari Luar
Seperti halnya manusia, mesin juga perlu perawatan dari luar, mandi 2 kali sehari, sikat gigi 2 kali sehari hahahaha...bercanda. Yang perlu diperhatikan dalam perawatan dari luar adalah kebersihan pada sirip-sirip pada block engine. Sirip sirip pada block engine berfungsi sebagai heat transfer, apabila sirip dalam keadaan kotor pembuangan panas pada lingkungan tidak akan maksimal. Jika pembuangan panas tidak maksimal maka timbul kecenderungan terjadi panas yang berlebihan yang biasanya disebut over heat.
Gambar 1. Sirip-sirip pendingin pada block engine
Gambar 1. Sirip-sirip pendingin pada block engine
B. Perawatan dari Dalam
Perawatan dari dalam sangat menentukan panjang umur suatu mesin, baik mesin konvensional maupun mesin teknologi terbaru. Untuk perawatan dari dalam perlu memperhatikan :
1. Bahan bakar yang digunakan disesuaikan dengan kompresi rasio mesin. Premium, Pertamax atau Pertamax Plush...?
1. Bahan bakar yang digunakan disesuaikan dengan kompresi rasio mesin. Premium, Pertamax atau Pertamax Plush...?
Tabel 1, penyesuaian penggunaan bahan bakar berdasarkan kompresi rasio
Kompresi rasio adalah tingkat kompresi dari mesin per satuan volume, di mana volume maksimal ditekan hingga volume minimum. Contohnya pada mesin sepeda motor Suzuki New Smash 2006 yang memiliki kompresi rasio 9,6 : 1 (sembilan koma enam berbanding satu) yang artinya volume sebesar "9,6" ditekan hingga menjadi "1". Jika berpatokan pada "Tabel 1" di atas maka bahan bakar yang cocok untuk Suzuki Smash 2006 adalah Pertamax karena memiliki rasio kompresi di kisaran "9:1" sampai dengan "10:1".
Alasan Premium tidak cocok digunakan pada "Suzuki Smash" karena premium tidak dapat bertahan di kompresi lebih dari "9:1". Secara teoritis "Premium" akan meledak sebelum mencapai tingkat kompresi "9,6:1". Hal inilah yang membuat kerugian fatal bagi mesin, mesin mengalami ketukan (knocking) sehingga temperatur mesin cepat naik. Dari kejadian tersebut menimbulkan asumsi bahwa "sepeda motor Suzuki itu mesinnya cepat panas", secara sepeda motor Suzuki mempunyai kompresi tinggi yang tidak cocok menggunakan "Premium" sementara kebanyakan orang menggunakan "Premium" untuk kendaraannya karena alasan harga lebih murah.
2. Menggunakan oli pelumas berkualitas sesuai dengan kebutuhan mesin.
Oli paling baik digunakan adala oli pelumas sintetik, sae/kekentalan yang digunakan disesuaikan dengan iklim dari lingkungan di mana mesin digunakan. Jika iklim dingin cocok digunakan oli pelumas dengan sae/kekentalan yang rendah yakni 10W atau 15W sedangkan iklim yang panas cocok menggunakan sae 20W (untuk mesin sepeda motor). Contoh, di Bandung iklimnya relatif dingin cocok menggunakan sae 10W atau 15W dan kurang cocok menggunakan sae 20W. Di Surabaya iklimnya relatif panas sangat cocok menggunakan sae 20W dan kurang cocok menggunakan sae 10W.
Bersambung ...Alasan Premium tidak cocok digunakan pada "Suzuki Smash" karena premium tidak dapat bertahan di kompresi lebih dari "9:1". Secara teoritis "Premium" akan meledak sebelum mencapai tingkat kompresi "9,6:1". Hal inilah yang membuat kerugian fatal bagi mesin, mesin mengalami ketukan (knocking) sehingga temperatur mesin cepat naik. Dari kejadian tersebut menimbulkan asumsi bahwa "sepeda motor Suzuki itu mesinnya cepat panas", secara sepeda motor Suzuki mempunyai kompresi tinggi yang tidak cocok menggunakan "Premium" sementara kebanyakan orang menggunakan "Premium" untuk kendaraannya karena alasan harga lebih murah.
2. Menggunakan oli pelumas berkualitas sesuai dengan kebutuhan mesin.
Oli paling baik digunakan adala oli pelumas sintetik, sae/kekentalan yang digunakan disesuaikan dengan iklim dari lingkungan di mana mesin digunakan. Jika iklim dingin cocok digunakan oli pelumas dengan sae/kekentalan yang rendah yakni 10W atau 15W sedangkan iklim yang panas cocok menggunakan sae 20W (untuk mesin sepeda motor). Contoh, di Bandung iklimnya relatif dingin cocok menggunakan sae 10W atau 15W dan kurang cocok menggunakan sae 20W. Di Surabaya iklimnya relatif panas sangat cocok menggunakan sae 20W dan kurang cocok menggunakan sae 10W.

